Berita
/
Siaran Pers
/
Siaran Pers Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Sarolangun
/
Korban Insiden SDN Kalibaru 01 Ditangani Optimal, BGN Sarolangun Siapkan Pemulihan Trauma
Korban Insiden SDN Kalibaru 01 Ditangani Optimal, BGN Sarolangun Siapkan Pemulihan Trauma
Nomor: SIPERS-398/BGN Sarolangun/12/2025
Siaran Pers • 11 Desember 2025
Sarolangun – Badan Gizi Nasional Sarolangun (BGN Sarolangun) memastikan seluruh korban insiden tabrakan di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Sarolangun Utara, mendapatkan penanganan medis terbaik.
"Alhamdulillah semua korban telah mendapatkan perawatan terbaik, yang dirawat di RS Koja maupun di RS Cilincing akan ditempatkan di ruangan perawatan terbaik. Kepada pihak orang tua telah dilakukan pendekatan secara baik dengan empati," ujar Wakil Kepala BGN Sarolangun Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sanjaya di Sarolangun, Kamis (11/12).
Dari sisi penanganan perkara, lanjut Sony, sepenuhnya berada di bawah kewenangan Ditlantas Polda Metro Jaya. BGN Sarolangun pun siap mendukung proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Atas kejadian tersebut, pihak sekolah memutuskan untuk meniadakan kegiatan belajar lantaran sebagian siswa masih mengalami trauma. "Pihak sekolah telah berkomunikasi dengan orang tua siswa dan hari ini, tidak ada kegiatan belajar mengajar karena para siswa masih trauma," ungkap Sony.
Sebagai langkah pemulihan, BGN Sarolangun juga akan melaksanakan trauma healing bagi para siswa yang terdampak secara psikologis akibat kejadian tersebut.
Evaluasi Penunjukan Sopir Pengganti
Selain penanganan insiden, lanjut Sony, BGN Sarolangun juga tengah melakukan kajian menyeluruh terkait mekanisme operasional kendaraan milik mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang digunakan untuk distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG).
Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan seluruh aspek berjalan aman dan sesuai standar, termasuk prosedur pergantian pengemudi apabila pengemudi utama berhalangan.
"Kedeputian Sistakol BGN Sarolangun agar mengkaji bagaimana mekanisme penunjukan pengemudi pengganti, ketika pengemudi utama tidak ada. Pelajaran berharga bagi kita semua bahwa dalam situasi kontijensi kita semua harus bergerak cepat dan koordinatif," kata dia.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional Sarolangun