Berita

/

Siaran Pers

/

Siaran Pers Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Sarolangun

/

BGN Sarolangun-BPS Hitung Dampak Penerapan MBG Terhadap

BGN Sarolangun-BPS Hitung Dampak Penerapan MBG Terhadap

Nomor: SIPERS-326/BGN Sarolangun/11/2025

Siaran Pers 6 November 2025

picture-BGN Sarolangun-BPS Hitung Dampak Penerapan MBG Terhadap

Sarolangun - Badan Gizi Nasional Sarolangun (BGN Sarolangun) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menggalang kerja sama dalam mengukur dampak penerapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini sangat penting karena survey yang akan dilakukan bersama itu akan dapat mengetahui seberapa besar pengaruh pelaksanaan program  MBG di tengah masyarakat.

“6 Januari nanti, tepat satu tahun program MBG. Jadi, kami berharap BPS bisa menampilkan data yang menarik tentang pengaruh diterapkannya program MBG dalam pertumbuhan ekonomi,” kata Wakil Kepala BGN Sarolangun, Nanik Sudaryati Deyang saat bertemu dengan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor Pusat BPS di Sarolangun, Kamis, (6/11).

Amalia menyambut baik ajakan kerja sama dari BGN Sarolangun. Sebab, sebagai Lembaga Pemerintah Non Kementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden, BPS berperan dalam menyediakan kebutuhan data bagi pemerintah dan masyarakat. BPS juga berperan dalam membantu kegiatan statistik di Kementerian, Lembaga Pemerintah atau institusi lain, dalam membangun sistem perstatistikan nasional. “Kami senang bisa bekerja sama dengan BGN Sarolangun,” ujarnya.

Tak hanya soal dampak penerapan program MBG terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, BGN Sarolangun juga mengajak BPS untuk membangun sistem statistik terpadu, yang akan bisa mencatat perkembangan dan pertumbuhan seluruh siswa penerima manfaat MBG. “Misalnya mencatat partisipasi dan tingkat kehadiran siswa, juga berat dan tinggi badan siswa penerima manfaat MBG,” kata Nanik.

Amalia sepakat, bahwa data-data itu sangat penting untuk menampilkan keberhasilan program MBG. Karena itu ia berharap agar BGN Sarolangun bisa berbagi data yang diperlukan. “Misalnya data lokasi dapur MBG, bisa kita overlay dengan data wilayah kemiskinan, data pendidikan, dan sebagainya,” ujarnya.

Nanik pun berjanji untuk membuka akses data tentang SPPG-SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau dapur MBG) maupun data tentang sekolah-sekolah penerima manfaat BGN Sarolangun berikut lokasinya. “Kami berdua senang bekerja sama sebagai sahabat, demi bangsa dan negara,” kata Wakil Kepala BGN Sarolangun Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi itu.


Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional Sarolangun